Seputar Darah Nifas, Muslimah Wajib Tahu!

Seputar Darah Nifas – Darah Nifas merupakan darah yang keluar bersamaan dengan proses melahirkan atau sesudahnya. Nifas secara bahasa artinya proses kelahiran, sedangkan menurut istilah artinya darah yang keluar setelah kosongnya rahim dari kehamilan , meskipun berupa keguguran (Nurul Asmayani, 2017: 110)

seputar darah nifas

Assalamu’alaykum wr.wb

Barakallah, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Alloh SWT.

Dalam keseharian wanita, seputar haid sudah bukan hal yang asing lagi. Namun mengenai darah  nifas terkadang ada hal-hal yang perlu diingat kembali dan ditelaah lebih lanjut. Mengingat nifas hanya dialami oleh para wanita yang sudah menikah, yaitu para istri yang sedang mengalami proses melahirkan anak. Oleh karena itu, insha Alloh yulians.com akan berbagi ilmu seputar darah nifas.

Apa itu darah nifas?

Muhammad Jawwad (dalam Nurla Isna, 2016: 158-159) menyampaikan bahwa Imam Syafi’i dan Imam Hanafi berpendapat bahwa yang disebut darah nifas adalah darah yang keluar sesudah melahirkan. Imam Hambali mendefinisikan darah nifas sebagai darah yang keluar karena proses melahirkan, baik itu terjadi bersamaan dengan ketika melahirkan atau terjadi sesudahnya. Bahkan dikatakan bahwa Madzhab Hambali berpendapat bila wanita mengeluarkan darah dua atau tiga hari sebelum melahirkan dengan tanda-tanda pasti akan melahirkan, maka darah tersebut tergolong darah nifas.

Quraish Shihab (dalam Nurul Isna, 2016: 159) menyampaikan kalangan dari Madzhab Imam Maliki berpendapat bahwa darah nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan, baik keluarnya darah itu bersamaan atau sesudahnya. Semantara kalangan Madzhab Maliki tidak memasukan bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan disebut dengan nifas (Muhammad Jawwad (dalam Nurul Isna, 2016: 159)).

Sekarang kita telah mengetahui pengertian dari darah nifas. Dengan demikian nifas ini hanya dialami oleh wanita melahirkan. Bagaimana dengan wanita yang keguguran? Nah, berdasarkan sumber para ulama menyepakati bahwa apabila seorang wanita mengalami keguguran ketika usia kandungan kurang dari empat puluh hari, darah yang keluar hukumnya sebagai darah istihadah, bukan darah nifas. Sedangkan apabila keguguran antara masa kehamilan empat puluh sampai delapan puluh hari, maka dilihat terlebih dahulu janin yang keluar itu sudah berbentuk manusia atau belum. Apabila sudah berbentuk manusia maka hukumnya sebagai darah nifas. Sedangkan apabila belum berbentuk manusia maka hukumnya sebagai darah istihadah.

Berapa lama waktu nifas?

Mengenai waktu lamanya nifas, rata-rata wanita mengalami nifas selama empat puluh hari. Terdapat perbedaan pendapat antara para ulama besar. Mayoritas mengatakan bahwa maksimal masa nifas adalah empat puluh hari, selebihnya digolongkan sebagai istihadah. Secara medis pun demikian, dr.T. Izrul dari Rs. Syifa Medina menyampaikan bahwa masa nifas adalah empat puluh hari. Apabila lebih dari empat puluh hari maka bisa saja disambung dengan haid. Namun sebagian dari Madzhab Syafi’i mengatakan bahwa maksimal nifas adalah enam puluh hari.

Nifas bisa terjadi secara terputus-putus selama empat puluh hari dan tidak ada batas minimal. Muslimah diharuskan untuk bersuci kala bersih dari darah. Kita diwajibkan bersuci apabila darah memang sudah bersih walaupun belum mencapai empat puluh hari. Apabila setelah itu keluar darah lagi dan masih dalam batasan waktu nifas, maka darah yang keluar tergolong darah nifas. Oleh sebab itu, muslimah wajib meninggalkan hal-hal yang dilarang.

Don’t!

Adapun hal-hal yang dilarang dalam masa nifas seperti halnya hal-hal yang dilarang ketika dalam masa haid. diantaranya adalah tidak boleh melaksanakan sholat, puasa, thawaf, berhubungan badan suami istri dan hal lainnya sesuai syariat.

Baca juga: Persiapan Melahirkan Anak Pertama

 

Muslimah bisa meraih pahala lain selama nifas selain dari ibadah yang dilarang. Misalnya berdzikir, bersholawat, memperbanyak sedekah, menyenangkan hati suami dan sebagainya. Demikian hal-hal seputar darah nifas yang wajib muslimah ketahui. Semoga bermanfaat 🙂

Syukran,

Wassalamu’alaykum wr.wb

 

 

 

 

Daftar Pustaka:

Asmayani, Nurul. 2017. Perempuan Bertanya, Fikih Menjawab. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Isna, Nurla. 2016. Fiqih Kehamilan dan Melahirkan. Yogyakarta: Araska.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. 26 November 2017

    […] Baca juga: Seputar Darah Nifas, Muslimah Wajib Tahu! […]

  2. 29 November 2017

    […] Baca juga: Seputar Nifas, Muslimah Wajib Tahu! […]

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!