Review Novel Pesantren Impian Karya Asma Nadia

Review Novel Pesantren Impian, dari sekian banyak novel karya Asma Nadia yang pernah saya baca, novel inilah yang paling menarik perhatian saya pertama kali. Karena sebelumnya, saya pernah membaca cerita Pesantren Impian ini dari cerbung di majalah Annida semasa saya sekolah agama dulu.

review novel pesantren impian

Review novel Pesantren Impian. Latar belakang ceritanya misteri. Tentang korban pemerkosaan, pembunuhan dan berbagai masa lalu kelam lainnya dari para tokohnya.

Diceritakan ada beberapa remaja putri yang memiliki masa lalu kelam yang di undang ke sebuah tempat yang bernama Pesantren Impian di sebuah pulau yang letaknya tidak pernah diketahui berada dimana. Bahkan tak tercantum di dalam peta. Mungkin lebih tepatnya Pesantren Impian ini dapat dikatakan sebagai tempat rehabilitasi.

“O, akal sehat kenapa mudah terbenam di sudut gelap dan terperangkap di kisah penuh muslihat” (Hal : 67)

Cerita ini diawali dari kisah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Gadis. Sepanjang cerita tidak diketahui siapakah si Gadis sebenarnya. Dan ia lah yang menjadi salah satu tokoh misterinya.

Lalu ada pula kisah Rini seorang gadis remaja berusia 20 tahun yang menjadi korban pemerkosaan hingga ia mengandung. Memiliki anak dari laki-laki yang telah memerkosanya hingga melakukan percobaan bunuh diri. Ada pula remaja-remaja lainnya seperti Butet yang sempat menjadi pengedar narkoba, kaki tangan mafia obat-obatan yang kejam. Eni sang polwan yang menyamar untuk memburu si Gadis sang pelaku pembunuhan. Sissy yang terlibat narkoba sejak usia empat belas tahun serta remaja putri lainnya.

Nah, adapun tokoh misterius lainnya adalah Teungku Budiman, pemilik dan pendiri Pesantren Impian. Asma Nadia sebagai penulis sangat apik dalam penyajian ceritanya. Salah satunya tentang identitas sebenarnya Teungku Budiman ini. Asma Nadia menggiring imajinasi pembaca untuk membayangkan bagaimana sosok Teungku Budiman. Ya, dalam bayangan saya sosok Teungku Budiman itu ialah seorang laki-laki paruh baya atau sudah tua. Ternyata itu salah! hehe..

Salut untuk setiap alur ceritanya yang selalu bikin penasaran. Untuk novel misteri yang satu ini, ia berhasil bikin saya penasaran terus menerus sampai ga bisa ditinggal bentar, suka pengen cepet-cepet lanjutin bacanya sampai habis.

Yang berhasil bikin penasaran itu diantaranya adalah siapakah sebenarnya si Gadis pelaku pembunuhan? Lalu siapakah sebenarnya laki-laki yang memperkosa Rini? Ditambah lagi dengan terjadinya pembunuhan di lingkungan Pesantren, yang mana Pesantren Impian ini adalah tempat yang tidak bisa dijamah sembarang orang kecuali orang-orang yang mendapat undangan. Asli! Bikin tegang dan banyak penasaran. Tidak salah jika novel Pesantren Impian ini diangkat ke layar lebar.

Jadi, siapakah Gadis si pelaku pembunuhan itu? Dan siapakah laki-laki yang memperkosa Rini? Kalo penasaran sebaiknya baca aja novelnya. Bagi penyuka cerita misteri, novel ini cukup recommended alur ceritanya bikin penasaran, penuh teka teki dan cukup menegangkan.

Pesan moril dari novel ini: “Sehitam apa pun masa lalumu, masa depanmu masih tetap putih..”

“Jangan ucapkan selamat tinggal pada mimpi sebab konon ia tak benar- benar pergi” (Hal : 257)

 

Baca juga: Review Novel “Bidadari Untuk Dewa”

Sekian review novel Pesantren Impian, semoga bermanfaat.

Assalammu’alaikum wr wb.

 

IDENTITY

Penulis     : Asma Nadia

Penerbit  : AsmaNadia Publishing House

Jumlah    : 292 Halaman

ISBN        : 978-602-9055-29-0

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 13 Desember 2017

    […] Review Novel “Pesa… […]

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!