Menjaga Ibadah Ketika Haid bagi Muslimah

Menjaga Ibadah ketika haid bagi muslimah merupakan topik keseharian yang patut diperhitungkan. Ukhti yang diberkahi Allah SWT, haid jangan bikin kita pensiun ibadah lho! Ada banyak ibadah yang dapat muslimah laksanakan meskipun sedang haid. Nah, sebelumnya kita bahas terlebih dahulu, apa sih haid itu?

menjaga Ibadah Ketika Haid

Assalamu’alaykum wr.wb..

Haid dalam Bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Arab yaitu haadla, yahuudlu, haidlan yang berarti sesuatu yang mengalir. Kemudian menurut istilah syara’, haid merupakan darah yang terjadi kepada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab dan pada waktu tertentu.

Setiap muslimah biasanya memiliki periode menstruasi tersendiri. Haid bagi muslimah merupakan hal yang alami. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa haid bukan berasal dari penyakit dan tentu saja berbeda dengan darah akibat proses melahirkan yang kita sebut dengan nifas.

Baca juga: Seputar Darah Nifas, Muslimah Wajib Tahu!

Pada saat haid, wanita tidak diperbolehkan melakukan beberapa ibadah seperti sholat fardlu dan puasa. Termasuk tidak dibolehkannya seorang istri untuk berhubungan badan dengan suaminya. Namun bukan berarti ibadah lain pun ikut libur, ukhti. Simak terus yuk untuk mengetahui ibadah-ibadah apa saja yang dapat dilakukan saat haid! Ibadah ketika haid diantaranya:

1. Bertaubat kepada Alloh dengan memperbanyak istigfar

Tak perlu bingung untuk melakukan ibadah ketika haid. Manusia tak luput dari dosa termasuk kaum wanita. Maka bertaubatlah kepada Alloh SWT dengan memperbanyak istigfar memohon ampunan Alloh SWT atas segala dosa yang dilakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Alloh SWT berfirman, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya). Mudah-mudahan Tuhanmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (Qs. At-Tahrim: 8)

2. Memenuhi hak-hak suami

Dalam suatu rumah tangga tentu saja  dibangun oleh pasangan suami istri dan anak-anak bila Allah swt sudah menghendaki. Seorang istri memiliki hak-hak dan kewajiban yang harus ditunaikan. Dimana kewajiban seorang istri ini merupakan hak bagi suaminya. Ketika haid pasangan suami istri haram untuk berhubungan badan namun terdapat hak-hak lain. Hak-hak suami yang diperoleh dari seorang istri yang dapat ditunaikan diantaranya:

  • Taat suami selama dalam kebenaran
  • Menjaga harta suami
  • Tidak menerima seseorang masuk tanpa izin suami dan keluar rumah tanpa izin suami
  • Melayani suami
  • Menjaga agama, kehormatan dan perasaan suami

Bagi muslimah yang sudah menikah, amalan ini bisa menjadi ladang pahala yang melimpah dan menjadi ladang ibadah ketika haid. Semoga dengan memenuhi hak-hak suami ini, akan menjadi sumber kebahagiaan berumah tangga dan menghadirkan keluarga yang sakinnah mawaddah warrahmah.

3. Berdzikir & Bersholawat

Wanita yang mengejar keridhoan Alloh SWT membuat jiwa raga dan hatinya selalu terpaut dengan Alloh SWT. Tiada satu waktupun untuk tidak online dengan Alloh SWT. Adapun usaha kita untuk senantiasa mengingat Alloh SWT dalam setiap hembusan nafas adalah dengan membaca istigfar, tahlil, tasbih, tahmid, takbir, dan Laahaula walaa quwwata illa billah. Kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat yang mulia dan dahsyat.

Selain berdzikir, muslimah dapat memperbanyak sholawat. Mengaku umat dan mencintai Rosululloh SAW? Bersholawatlah!

4. Bersedekah sebagai ibadah ketika haid

Kata sedekah berasal dari bahasa arab yaitu shadaqah yang berarti tulus, murni, jujur atau benar. Bersedekah merupakan memberikan sesuatu yag bermanfaat bagi orang lain dengan tulus semata-mata untuk mencari keridhoan Alloh SWT dan kecintaan-Nya.

Sedekah bisa dilakukan muslimah dimana dan kapan saja. Dalam suatu hadist, diriwayatkan dari Adiy bin Hatim ra. katanya:

Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa diantara kamu yang mampu membuat penghalang dari azab neraka walaupun hanya dengan sebelah buah kurma maka lakukanlah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam hadist lain diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Rasululloh SAW bersabda:

“Wahai para muslimah! Janganlah kamu meremehkan bersedekah kepada tetangga walaupun hanya berupa kuku kambing.” (HR. Bukhari – Muslim)

Muslimah, jangan bingung untuk bersedekah ya. Dengan tersenyum tulus saja kita sudah bersedekah dan mendapat nilai ibadah. Asal senyum kita tulus dan tidak salah tempat. jadi, sedekah ini merupakan alternatif untuk kita agar dapat melaksanakan ibadah ketika haid.

 

5.Menyambung Silaturrahim

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan keberadaan orang lain. Dalam membina hubungan sosial dengan orang lain, salah satu sikap yang diajarkan Rasulullah SAW adalah dengan menyambung silaturrahim. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan dari Abu Musa ra. katanya:

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan dimana sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam suatu hadist diriwayatkan  dari Anas bin Malik ra. katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

” Barang siapa yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usia dipanjangkan, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR Bukhari Muslim)

 

6. Berbakti kepada orang tua

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan suatu amal yang sangat terpuji. Berbakti kepada orang tua merupakan ibadah yang mulia, taat perintah Alloh SWT dan berbuat baik terhadap makhluk Alloh SWT.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya:

Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW lalu bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani sebaik mungkin?” Rasulullah SAW bersabda: “Ibumu.” Beliau bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW bersabda: “Kemudian ibumu.” Beliau terus bertanya: Kemudian siapa?” Rasulullah SAW bersabda: ” Kemudian ibumu.” Beliau terus bertanya: “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW bersabda: ” Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari-Muslim)

7.Menghadiri Majelis-majelis Ilmu

Allah SWT menurunkan wahyu pertama kepada Rosulullah saw melalui perantara malaikat jibril. Wahyu tersebut merupakan surat Al-‘Alaq ayat 1-5 dimana kata pertamanya adalah iqra`yang berarti “bacalah”. Dikisahkan bahwa ketika ayat tersebut turun, diulang beberapa kali hingga Rosulullah saw dapat mengikutinya. Disini dapat dilihat bahwa islam itu agama yang mengajarkan untuk belajar. Belajar dapat dilaksanakan dimana saja, terutama dengan menghadiri majelis ilmu. Ketika muslimah mendatangi majelis-majelis ilmu maka ia akan mendapatkan pengetahuan yang dengan bersamaan bisa bersilarrahim dengan saudari muslimah yang lainnya.

Diriwayatkan dari Ibnu abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kalian melewati taman surga, maka nikmatilah sejenak.” Para sahabat bertanya, “Apa itu taman-taman surga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ia adalah majelis-majelis ilmu.” (HR. Baihaqi)

 

Demikianlah beberapa ibadah ketika haid atau menstruasi yang dapat kita amalkan. Semoga bermanfaat dan dapat sama-sama kita laksanakan ya. 🙂

Wassalamu’alaykum wr.wb

 

Sumber:

Iis N;Iis S, 2011, Ternyata wanita lebih mudah masuk surga. Bandung: Ruang Kata

Al bayan, 2008, Shahih Bukhari Muslim. Bandung : JABAL

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!